Pejuang rupiah
Mekak telinga mendengar
lalu lalang roda"besi berseberangan
terik panas sinar mentari
menyengat hinga ke ulu hati
Keringat bercucuran deras
basahi tubuh tirus,lusuh tak terurus
demi sesuap nasi
demi mencukupi kebutuhan diri
kicauan orang tak di perdulikan lagi
rasa malu,gengsi telah lama mati
lebih baik begini
dari mereka yang suka mencuri
Mencuri hak orang yang terdzolimi
terus melangkah meski tak tau arah
lampaui tekad yang menjerat hinga mendarah
percayalah!
rencana Tuhan tak pernah berubah
teruslah menengadah
harap petunjuk setiap arah langkah
semoga perjalanan menjadi berkah

Comments
Post a Comment